Senin, 13 Juni 2011

KOMUNIKASI DALAM PEMBANGUNAN

KOMUNIKASI dan PEMBANGUNAN



menurut Hedebro (1979) mengidentifikasi tiga aspek komunikasi dan pembangunan yang berkaitan dengan tinggkat analisanya

1) Pendekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa dan bagaimana media massa dapat menyumbang dalam upaya tersebut.

2) Pendekatan yang juga dimaksudkan untuk memahami peranan media massa dalam pembangunan nasional, namun jauh lebih spesifik.

3) Pendekatan yang berorientasi pada perubahan yang terjadi pada suatu komunitas local atau desa.

Kebanyakan teori-teori pembangunan saat ini, ternyata dikembangkan dalam tradisi teori pertumbuhan ekonomi, yaitu berisi gambaran mengenai proses perubahan ekonomi yang telah berlangsung di negara-negara maju. Titik tolak teoro-teori tersebut selau bermula dari memperbedakan faktor-faktor dasar produksi yang sudah tersohor itu, yakni: tanah, modal, dan tenaga kerja.



relevansinya dengan peranan komunikasi adalah penekanan yang diberikan kepada analisa yang lebih mendalam pada masalah efek komunikasi. Ada dua hal yang mencerminkan hal tersebut, yaitu:

1) Perhatian terhadap proses internal yang terjadi pada suatu pesan dasar diterima-suatu proses intrapsikis yang terjadi dalam diri seseorang (within-self communication)-dan,

2) Bahwa sementara ongkos medernisasi boleh jadi demikian besarnya, namun pada tingkat tertentu dapat diatasi melalui sistem komunikasi.

Menurut McClelland, dalam pembangunan ekonomi,kekuatan yang merangkum masyarakat adalah bergerak dari tradisi yang melembaga ke opini public yang dapat mengakomodir perubahan, dan hubungan interpersonal yang spesifik dan fungsional. Dengan berlangsungnya pembangunan, muncul bentuk-bentuk hubungan baru yangmemerlukan norma-norma baru pula sebagai hasil consensus bersama. Untuk menyebarluaskan norma-norma baru itu, tentunya komunikasi merupakan suatu instrument yabg utama.

Pandangan Ilmu Komunikasi

Schramm (1964) merumuskan tugas pokok komunikasi dalam suatu perubahan sosial dalam rangka pembangunan nasional, yaitu:

1) Menyampaikan kepada masyarakat, informasi tentang pembangunan nasioanal, agar mereka memusatkan perhatian pada kebutuhan akan perubahan, kesempatan dan cara mengadakan perubahan, dan membangkitkan aspirasi nasional.

2) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam proses pembuatan keputusan, memperluas dialog agar melibatka semua pihak yang membuat keputusan mengenai perubahan, memberikan kesempatan kepada para pemimpinmasyarakat untuk memimpin dan mendengarkan pendapat rakyat kecil, dan menciptakn arus informasi yang berjalan lancer dari bawah ke atas.

3) Mendidik tenaga kerja yang diperlukan pembangunan, sejak orang dewasa, hingga anak-anak, sejak pelajaran baca tulis, hingga keterampilan teknis yang mengubah hidup masyarakat.

Menurut Schramm, media massa juga berfungsi sebagai pemberi informaasi, pebuatan keputusan, dan sebagai pendidik.



Bukan Propaganda, Apalagi Indoktrinasi

Pye (1964) mengungkapkan bahhwa banyak pemerintah yang menaruh harapan yang berlebihan mengenai pengaruh yang dapat dilakukan media massa secara sendirian dalam mengubah masyarakat yang terikat pada tradisi. Pada saat yang sama masih pula ada pemelerintah yang berusaha mmerintah dengan menggunakan propaganda dan demagogi yang melembaga. Propaganda adalah suatu jenis komunikasi yang bertujuan untuk mempengaruhi pandangan dan reaksi terlepas apakah benar ataupun salah isi pesan yang disampaikan. Sedangkan demagogi aih dengan kemapuan adalah usaha mempengaruhi dan mempersonakan khalayak lebih dengan kemampuan retorika, dan bukkan rasio. Menurut Pye, tidak satupun pendekatan tersebut yang menghampiri konsep yang tepat bagi komunikasi dalam meneruskan pembangunan nasional. Sebenarnya, dalam pandangan Pye, focus kebijakan komunikasi hanya sebagian untuk deseminasi ide-ide baru, teknik-teknik baru, dan imej-imej baru.



KONSEP TEORITIS KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Komunikasi Pembangunan Dalam Arti Luas dan Terbatas

Dalam arti yang luas, komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbale balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan terutama antara msyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan.

Dalam ati sempit, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas.

Beberapa ulasan mengenai komunikasi pembangunan juga diungakapkan oleh beberapa ahli, diantaranya adalah :





Studi Lerner

Pada pokoknya, Lerner mengemukakan bahwa modernisasi suatu bangsa dimulai dari terjadinya urbanisasi. Menurutnya, untuk bisa berubah menjadi modern, anggota masyarakat harus memiliki mobilitas baik dalam arti fisik, maupun psikis. Namun kurang lebih dua puluh tahun kemudian, Lerner memperbaiki beberapa hal dari teori modernisasi yang ia kemukakan sebelumnya, yaitu :

1. Urbanisasi tidak lagi sebagai langkah pertama. Sebagai gantinya adalah melek huruf dan pengenaan media, lalu bergerak menuju partisipasi.

2. Indikator partisipasi politik bukan lagi hanya pemberian suara di pemili, tapi sedang dicarikan indicator lain yang bersifat psikologis semacam “empati”.

3. Lerner tidak lagi menyebut keseluruhan proses tersebut sebagai modernisasi, tapi mengantinya dengan perubahan.

4. Kerena itu, faktor yang dikemukakan sebelumnya (urbanisasi, melek huruf, pengenaan media dan partisipasi) tidak lagi disebut sebagai indicator kemodernan, tapi sebagai kecenderungan kepada perubahan (proencity to chabge) atau kesiapan orang untuk mencoba hal-hal yang baru.

Studi McClelland

Dalam studinya yang berjudul The achieving Society (1961) ia berkesimpulan bahwa untuk memajukan suatu masyarakat harus dimulai dengan merubah sikap mental (attitude) para anggotanya. Menurut penelitiannya, sejarah menunjukkan bahwa masyarakat yang telah maju ternyata didorong oleh “kebuuhan untuk pencapaian sesuatu atau need for achievement tersebut.

Studi Wilbur Schramm

Dalam laporannya yang berjudul Mass Media and National Development: The Role of Information in Developing Countries (1964), pada pokoknya Schramm mengungkapkan bahwa media massa dapat berperan dalam beberapa hal. Yang paling pokok adalah dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang pembangunan, dapat mengajarkan melek huruf, serta keterampilan lainnya yang memang dibutuhkan untuk membangun masyarakat dan dapat penyalur suara masyarakat agar mereka dapat turut ambil bagian dalam pembuatan keputusan di negaranya. Sejumlah peran lainnya bagi media massa dalam pembangunan adalah:

1. Meluaskan wawasan masyarakat

2. Memfokuskan perhatian masyarakat pada pembangunan

3. Meningkatkan aspirasi

4. Membantu merubah sikap dan praktek yang dianut

5. Memberi masukan untuk saluran komunikasi antar pribadi

6. Mmberi status

7. Memperlebar dialog kebijakan

8. Mnegakkan norma-norma sosial

9. Membantu membentuk selera

10. Mempengaruhi nilai-nilai yang kurang teguh dianut dan menyalurkan sikap yang lebih kuat.

11. Membantu berbagi jenis pendidikan dan pelatihan.

Studi Inkeles dan Smith

Pada pokoknya, inkeles dan smith mempertanyakan (1) apa sebab yang ditimbulkan oleh modernisasi terhadap sikap, nilai, dan pandangan hidup seseorang, dan (2) apakah negara-negara berkembang akan memiliki sikap hidup yang lebih modern dibanding masa sebelumnya, kalu negara tersebut berinteraksi dengan negara barat yang telah lebih dahulu memiliki sekap dan pandangan hidup modern.Ciri-ciri menusi modern menurut mereka adalah : terbuka pada pengalan baru, semakin tidak tergantung (independen) pada berbagai bentuk kekuasaan tradisional (raja,suku,dsb), percaya kepada ilmu pengetahuan dan kemampuannya menaklukkan alam, berorientasi mobilitas dan ambisi hidup yang tinggi, memiliki rencana yang panjang, dan aktif dalam pencaturan politik.

Teori Difusi Inovasi

Menurut Rogers dan Shoemaker (1971), studi difusi mengkaji pesan-pesan berupa ide-ide ataupun gagasan-gagasan baru. Pada masyarakat yang sedang membangun seperti di negara-negara berkembang, penyebarserapan (difusi) inovasi terjadi terus menerus dari suati tempat ke tempat yang lain. Difusi inovasi sebagai suatu gejala kemasyarakatan berlangsung berbarengan dengan perubahan sosial yang terjadi. Berlangsungnya suatu perubahan sosial, diantaranya disebabkan diperkenalkannya ataupun dimasukkannya hal-hal, gagasan-gagasan, dan ide-ide baru. Hal-hal yang baru tersebut dikenal sebagia inovasi.

Masuknya inovasi ke tengah suatu sistem sosial terutama karena terjadinya komunikasi antaranggota suatu masyarakat, ataupun antara suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian, komunikasi merupakan faktor yang penting dalam pembentika sebuah inovasi. Dalam proses penyebarserapan inovasi terdapat unsure-unsur yang terdiri dari suatu inovasi, yang dikomunikasikan melalui saluran tertentu, dalam suatu jangka waktu, dan diantara para anggota suatu sistem sosial. Dalam pandangan masyarakat yang menjadi klie dalm penyebarserapan inovasi, ada lima atribut yang menandai setiap gagasan ataupu cara-cara baru yang dimaksud, yaitu: keuntungan-keuntungan relative, keserasian, kerumitan, dapat dicobakan, dan dapat dilihat. Masyarakat yang menghadapi penyebarserapan inovasi dikelompokkan dalam beberapa golongan yaitu : innovator, penerima dini, mayoritas dini, mayoritas belakangan, dan laggard. Dalam penerimaan suatu inovasi, biasanya seseorang melui sejumlah tahapan, yaitu: tahap pengetahuan, tahap bujukan, tahap putusan, tahap implementasi, dan tahap pemastian.



Agen-egen Perubahan: Tugas dan Peranannya

Usaha-usaha pembangunan suatu masyarakat ditandai dengan adanya sejumlah orang yang mempelopori, mengerakkan, dan menyebarluaskan proses perubahan tersebut (agen perubahan). Kualifikasi dasar agen perubahan menurut Duncan dan Zaltman merupakan tiga yang utama di antara sekian banyak kompetisi yang mereka miliki, yaitu: kualifikasi teknis, kemampuan administrative, dan hubungan antar pribadi. Agen-agen perubahan itu menurut Rogers dan Shoemaker berfungsi sebagai merantai komunikasi antardua atau lebih sistem sosial. Peranan utama seorang agen perubahan (Havelock,1973;hlm.7) adalah sebagai katalisator, sebagai pemberi pemecahan persoalan, sebagai pembantu proses perubahan, dan sebagai penghubung. Keseluruhan peran agen tersebutdapat dikelompokkan menjadi peran yang laten dan manifest (O’orman,1976). Peran manifes adalah peran yang kelihatan “dipermukan” antara hubungan antara agen perubahan dengan kliennya, dan merupakan peran yang dengan sadar dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan peran yang laten merupakan peran yang timbul dari “arus bawah” yang member petunjuk bagi si agen dalam mengambil tindakan.

“Orang Luar” dan “Orang Dalam” Sebagai Agen Prubahan

Sebagai insider dari sistem sosial yang dimaksud, agen perubahan memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:

a) Dia memahami sistem sosial yang bersangkutan.

b) Dia berbicara dalam bahasa yang dimengerti oleh masyarakat setempat.

c) Dia biasa mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi dari sistem sosial yang bersangkutan.

d) Dia bisa mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi dari sistem sosial yang bersangkutan.

e) Dia merupakan seseorang yang telah dikenal di tengah masyarakat setempat.

Adapu kerugian-kerugian yang dialami seorang agen perubahan yang insider bagi suatu sistem sosial tempatnya bertugas adalah:

1) Ada kemungkina dia kurang memiliki perspektif.

2) Mungkin dia tidak memiliki kemampuan khusus ataupun keterampilan yang relevan dengan inovasi yang hendak didifusikan.

3) Dia mungkin tidak mempunyai basis kekuasaan yang cukup.

4) Mungkin ia harus menanggungkan akibat kegagalannya di masa lalu, atau bila ia pernah sukses di waktu silam maka hal itu akan membangkitkan kecemburuan terhadapnya.

5) Boleh jadi ia tidak memiliki kebebasan bergerak yang merupakan prasyarat bagi seseorang agen perubahan yang efektif.

6) Ada pula kemungkinan ia mengalami kesulitan dalam merumuskan hubungannya dengan anggota masyarakat setempat.

Keuntungan agen perubahan yang outsider:

1) Ia memulai tugasnya dengan suatu kesegaran dan tidak dibebani oleh sesuatu stereotip yang negative.

2) Ia berada pada posisi yang memungkinnnya memandang permasalahan secara perspektif.

3) Dia independen dari struktur kekuasaan setempat.

Kerugian yang dialami oleh egen perubahan outsider:

1) Sering kali dianggap sebagai ancaman bagi mesyarakat setempat karena statusnya sebagai orang asing.

2) Kurang mengetahui keadaan dalam masyarakat setempat.

3) Tidak mampu mengidentifikasikan keadaan masyarakat setempat.

Merintis Hubungan Baik Dengan Klien

Dalam menjalin hubungan dengan klien, Havelock (1973) mengajukan agar agen perubahan memperhatikan 4 hal :

1) Sikap bersahabat

2) Kesamaan

3) Manfaat

4) Responsif

Beberapa Pendekatan Terhadap Komunikasi dan Pembangunan

Dissayanake (1981), mengambarkan pembanguna sebagai proses perubahan sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dari seluruh atau mayoritas masyarakat tanpa merusak lingkungan alam dan cultural tempat mereka berada, dan berusaha melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat dalam usaha ini dan menjadikan mereka penentu dari tujuan mereka sendiri. Ia mengelompokkan komunikasi pembangunan sebagai berikut:

Pendeketan 1

Pada akhir 50an dan selama tahun 60an, pendekatan inilah yang dominan. Pendekatan ini menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang cepat melalui industrialisasi. Ketika itu diyakini bahwa akumulasi modal melalui mekanisme tabungan dan investasi merupakan mesin penggerak pembangunan. Karena itu penekanannya dititkkberatkan pada industry berat, teknologi-teknologi padat modal, dan urbanisasi. Para ahli tersebut berpendapat bahwa media massa dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi terlaksananya pembangunan. Tetapi kemudian pendekatan ini dirasa tidak memenuhi harapan. Dan mengajuka kritik antara lain:

1) Pendekatan ini dinilai etnosentrik.

2) Pendekatan ini telah menempatkan suatu pandangan sejarah yang unlinear yang berkaitan dengan butir pertama dia atas.

3) Pendekatan ini berkonsentrasi hanya pada faktor-faktor endongen dalam pembangunan.

4) Pendekatan ini membeir tekanan yang amat besar pada individual.

Pendekatan 2

Pengalaman dengan pendekatan I tadi mendorong para ahli komunikasi untuk membentuk strategi baru, dan berusaha menjawab permasalahn pokok berikut ini:

1) Bagimana caranya agar dengan melaksanakan pembangunan dapat dicapai suatu keadilan yang distributive.

2) Bagaimana gar ide-ide kemadirian, pengelolaan sendiri, pembangunan sendiri, dan partisipasi rakyat dapat dipenuhi.

3) Bagaimana agar media komunikasi yang lama dan yang baru dapat secara purposive diterpadukan?

4) Seampuh apakah kebudayaan dapat dijadikan suatu sekutu da pembantu pembangunan?

5) Bagaimana agar seseorang dapat menyusun suatu model komunikasi pembangunan yang lebih sadar sejarah dan spesifik untuk suatu masyarakat?

6) Bagaimana agar seseorang dapat mempertimbangkan faktor-faktor structural yang menghambat pembangunan?

Pendekatan 3

Menurut pendekatan ini peran komunikasi dalam pembanguna adalah:

1) Pendidikan

2) Strategi komunikasi hendaklah memobilisasi dukungan bagi penataan kembali masyarakat secara structural.

3) Tekanan pada saluran komunikasi antarpribadi.

Pendekatan 4

Pendekatan ini ditandai dengan penekana yang eksplisit pada gagasan untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri. Selain itu, pendekatan ini juga sedang menyusun bentuk secara utuh ini mencerminkan keinginan untuk secara strategic memadukan sejumlah ide yang berkaitan dengan pembangunan yang tumbuh belakangan ini. Adapun ide yang dimaksud adalah:

1) Memaksimalkan partisipasi rakyat

2) Memulai dan mendasarkan pembangunan pada masyarakat yang paling bawah.

3) Pembangunan desa secara terpadu

4) Penggunaan teknologi tepat guna

5) Pemenuhan sejumlah kebutuhan dasar.







Strategi Komunikasi Pembangunan

Menurut AED (1985), ada empat strategi komunikasi pembanguna n yag telah digunakan selama ini, yaitu:

1) Strategi-strategi yang didasarkan pada media yang dipakai.

2) Strategi-strategi disain instruksional.

3) Strategi-strategi partisipatori

4) Strategi-strategi pemasaran.

moral dalam menjaLANKAN PROPAGANDA

MORALITAS PROPAGANDIS

integritas menunjukkan sikap bahwa jiwa dan dirinya terkotak-kotak, konsekuen, dan sama dalam pelbagai kehidupan menurut suatu pola kepribadian yang tidak dibuat-buat, apa itu dalam pergaulan antarpribadi pekerjaan dan dalam kegiatan politik.

Orang integriter adalah orang yang jujur, lugu, meskipun tidak naif atau polos, asli berdasarkan kekuatan kepribadian yang tidak memaksanya untuk terus menerus menyembunyikan wujud yang sebenarnya. Apa yang digambarkan pada diri orang yang mempuyai integritas tersebut di atas menggambarkan jiwa moralitas seseorang.



A. Pentingnya Moralitas

Hal lain yang menjadi landasan kenapa moralitas penting untuk diwujudkan oleh propagandis, karena ia berurusan dengan banyak orang. Sedangkan masing-masing orang-orang mempunyai aspirasi yang berbeda, tuntutan dan kebutuhan yang berbeda. Propagandis dalam hal ini harus mendasarkan perilakunya pada aspek-aspek yang lebih luas dan bukan pada dirinya sendiri. Sebab, selama ini yang dikenal adalah propagandis melakukan kegiatan propaganda untuk mewujudkan ambisi pribadi.

Moralitas juga menumbuhkan orang bersikap sportif. Artinya, mau mengakui kesalahan dirinya sendiri dan di sisi lain “angkat topi” untuk keunggulan pihak lain. Selanjutnya, kejujuran tertanam dalam diri propagandis. Sportif juga membutuhkan kejujuran. Dengan demikian, moralitas menjadi sesuatu yang tak bisa dihilangkan dan harus tertancap kuat dalam diri propagandis.

B. Kelemahan Moral

Kelemahan moral yang paling terasa adalah karena tanggung jawab ada pada diri masing-masing. Hal demikian juga pernah dikhawatirkan oleh Kuntowijiyo dalam melihat perilaku politik keagamaan.

Kekhawatiran itu juga bisa ditimpakan pada masalah moral propagandis. Dalam dunia politik kadang sering dipersepsikan hanya ada lawan atau kawan. Maka nyaris dalam politik ada usaha menghalalkan segala cara. Padahal sebenarnya dalam politik juga bisa dikembangkan politik yang bermoral. Meskipun hal demikian tidak mudah dilaksanakan. Maka alangkah lebih baiknya seandainya moral itu juga didukung oleh jaminan kepastian hukum sebagai rule of the game yang jelas.



C. Memupuk Kesadaran

Dalam hal ini usaha memupuk agar pengaruh propaganda tidak berimplikasi negatif tidak hanya terletak pada propagandis, tetapi juga sasaran propaganda. Bagi propagandis, ia juga harus bisa belajar dari orang lain.

Jika pada akhirnya berimplikasi negatif, maka ia harus sadar dengan mengurungkan niat untuk mempropagandakan. Itu artinya pula, akan lebih baik jika dipropagandakan memang objektif atau kalau perlu melalui suatu penelitian ilmiah. Sedang bagi sasaran, jangan hanya menerima begitu saja yang datang dari propagandis. Sasaran harus selektif apakah memang yang disampaikan benar atau tidak. Jika pada akhirnya bukan hal yang tabu untuk menanyakan pada orang yang dianggap lebih tahu. Dalam hal ini sharing ide dengan berbagai pihak, belajar dari banyak hal, bergaul dengan berbagai kelompok masyarakat, sedikit banyak akan menolong.

paradigma awal dalam pembangunan

Pembangunan:Masa Paradigma Awal

Sejak selesainya perang dunia ke II.dengan merdekanya bangsa-bangsa yang tadinya berada di bawah jajahan Negara colonial,maka sejak saat itu pulalah mereka mulai berkesempatan untuk memenuhi nasip masing-masing, dalam arti membangun Negara dan rakyatnya.
Menurut Lenner (1977) menyebut “pembangunan” sebagai suatu ideology intternasional bermula dari suatu komunikasi: yakni piato presiden Truman kepada kongres AS tersenut.butir ke Empat pidato itu kemudian di kenal sebagai “Poin IV”.itulah awal paradigm pembangunan:- bantuan Negara yang lebih kaya kepada Negara yang lebih miskin.
Negara yang baru merdeka tadi ,pada umumnya bereada dalam situasi yang kurang lebih sama,yaitu: kehidupan social Ekonomi yang merana akibat penjajahan,tingkat pendapatan masyarakat yang rendah,keadan pendidkan yang menyedihkan,kondisi kesehatan yang parah,dan sebagainya,yang pada pokoknya dapat di sebut sebagai suatu ke adaan yang tertinggal dari kemajuan.dengan ke nyataan seperti itu,logisla jika di dunia lalu terdapat dua macam keadaandi antara Negara-negara yang ada yaitu:Negara besar yang ke adannya cukup makmur dan tidak begitu terpengaruh oleh perang dunia baru selesai,dan sisanya,sejumlah besar Negara baru yang kelak di sebut sebgai Negara terbelakang(underdeveloped),kurang maju (lees devoleped)atau sebutan yang lebih halus:”Negara sedang berkembang”(developing countries).
Para pemikir pembangunan di kala itu,menurut servaes (1986),seolah-aeolah begitu yakin bahwa masalah terbelakangan atau ketertinggalan yang terdapat di Negara miskin dapat di atasi dengan panerapan (yang kurang lebih scaramekanistik) system ekonomim dan politik yang ada di barat ke Negara-negara dunia ketiga.keyakinan itu tampaknya di umbuhan dendasrkan pada asumsi bahwa perbedaan yang terdapat adalah dalam hal derajat(degree),ketimbang jenis pembangunan itu sendiri.karena itu sentralpemikiran pembangunan ketia itu adalah metofora pertumbuhan(“growth”).dan menginditikkan ipertumbuhan dengan kemajuan (“progress”) pemekiran seperti inilah yang menimbulkan kesan seolah-olah pembangunan adalah suatu organik,tetap ada (immanent) terararah ,komulatif,purpusif, dan tak dapat diubah lagi(irraversibel)
hasechamm,bukan lah suatu model dunia ke tiga atau model tiga benua,melain kan lebih pada suatu rangkaian (seri)Model nasionanal yang di buat mangansa yang bersangkutan
1.didasarkan pada pemahaman yang menyeluruh mengenai kebutuhan nasional
2.bergerak pada kecepatan berapa saja yang layak
3.diarahkan menuju apa yang di persepsikan oleh Negara tersebut sebagai tujuan nya
Singkatnya,suatu jawaban terhadap pertanyaan; Negara macam apa yang ingin anda bangun?
1.KONSEP AWAL DAN PEENGERTIAN PEMBANGUNAN
definisi berikut ini kiranya dapat memberikan gambaran tentang pambangunan
Pembangunan adalah
a. perubahan menuju pola-pola masyarakat yang Memungkinkan realiasasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai control yang lebih besar trhadap lingkungannyadan terhadap tujuan politiknya,dan yang memungkinkan warganya memproleh control yang lebih terhadap diri mereka sendiri(innayatullah 1967).
b. Suatu jenis perubahan social di mana ide-ide baru di pernalkan kepada suatu system social untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi social yang lebih baik pembangunan adalah modernisasi pada tingkat system social(rogers dan Shoemaker ,1971).
2.RENCANA MARSHALL (MARSHALL PLAN)
Amerika serikat (AS)pada tahun 1947 mempunyai mentri luar negeri bersama George C.Marshall dalam sebuah pidatonya di Universitas Harvard,ia mencetuskan gagasan pemerintah AS untuk membantu memulihkan Negara-negara sekutunya di eropa yang menderita akibat perang dunia II agar bangkit dan menumbuhkan ekonomin mesreka.karena itulah konsep tersebut sebagai rencana Marshall Plan yang masyur sebagai suatu program berencana untuk membantu pembangunan ekonomi Negara lain.
Dalam pandangan para ahli dari barat,pembangunan yang di artikan secara umum sekarang ini,bermula ataupun di pengaruhnya oleh progam pemerintah Amerika Serikat yang di ctuskan oleh presiden Harry .truman dalam pidato plantikanya pada tanggal 20 januari 1949.butir keempat(di kenal sebagai poin IV) dari pidatonya itu,mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan melaksanakan suatu program yang menyedihkan keuntungan-kauntungan kemajuan ilmu peengetahuan dan industri AS bagi pertumbuhan wilayah-wilayah terbelakang. hal ini merupakan permulaan dari program bantuan teknik Dan keuangan bagi Negara-negara miskin di dunia.

3.PEMBANGUNAN SEBAGAI PERTUMBUHAN
Tepri-teori pembangunan ekonomi pada masa itu mengikatkan pertumbuhan pendapatan kotor nasional (GNP)dengan 4 faktor penting yaitu:
1.Akumilasi modal
2.sumber-sumber daya baru
3.kemajuan teknologi
4.pertambahan penduduk

4. PEMBANGUNAN SEBAGAI PROSES MODERNISASI
Menurut Rogers dan Svenning (1969),modernisasi pada tingkat individual berkaitan dengan pembangunan pada tingkat masyarakat.modernisasi merupakan proses perubahan individual dari gaya hidup tradisional ke suatu cara hidup yang lebih kompleks,secara teknologis lebih maju dan berubah cepat.selama ini menurut mereka terjadi ksesalapahaman (miskonsepsi) tentang modernisasi,yaitu:
a. Modernisasi sering disertakan dengan Eropanisasi atau Westernisasi.Rogers mengartikan modernisasi tidak sinonim dengan pengertian-pengertian di atas.Mencap proses perubahan social sebagai Eropanisasi atau Westernisasi mengandung arti bahwa sumber atau pendorong perubahan harus dating dari eropa atau dari bangsa-bangsa barat.
b. Seringkali terkandung arti bahwa seluruh modernisasi adalah baik.difinisi Rogers sama sekali tidak bermaksud melakukan Valuejudgement.Black (1966) mengingatkan bahwa”modernisasi harus dipikirkan sebagai suatu proses yang secara simultan bersifat kreatif dan destruktif”.
c. Proses modernisasi tidak berdimensi tunggal (unidimensional) sehingga tidak dapat diukur hanya dengan satu kretiria atau indeks saja.variabel-variabel secara tingkat kehidupan,aspirasi,melek huruf dan pandidikan,partisipasi politik kekosmopolitaan,dan komonikasi semuanya merupakan factor yang menentukan modernisasi.
5. PEMBANGUNAN DAN DISTRIBUSI SOSIAL HASILNYA
Pengalaman pembangunan di tahun 60-an yernyata tidak seperti yang di harapkan semula. memang benar pendapatan per kapita telah meningkat, pagrik-pabrik sudah berdiri,tabunagan dan investasi juga telah menaik. Tapi kenyataan yang ada ternyata tidak seperti yang di harapkan oleh Negara-negara baru yang memimpikan jalan pintas untuk sampai pada kenyataan negara baru.Kenyataan-kenyataan tersebutlah, yang pada dasarnya melatarbelakangi pernyataan-pernyataan mendasar yang di ajukan Seers (1969), seorang ekonomi dari sussex, yang selalu di kutip dalam berbagai pembahasan mengenai pembangunan.

arti propaganda PILKADA 2011

“ARTI PENTING PROPAGANDA DALAM PIKADA 2011”
Propaganda merupakan sebuah upaya yang di sengaja dan sistematis untuk membentuk memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhilangsungperilaku agar dapat tujuan yang di ingin kan oleh propagandis.
Menurut encyclopedia Internasional, propaganda adalah “ suatu jenis komunikasi yang berusaha mempengaruhi pandangan dan reaksi, tanpa mengindahkan tentang nilai kebenaran atau tidaknya pesan yang disampaikan “.
Harold D. Laswell (propaganda (1937)) mengatakan “propaganda adalah teknik untuk mempengaruhi kegiatan manusia dengan memanipulasikan representasinya ”

Quarter mengatakan bahwa propaganda adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja oleh
beberapa individu atau kelompok untuk membentuk, mengawasi, atau mengubah sikap dari kelompok-kelompok lain dengan menggunakan media komunikasi dengan tujuan bahwa pada setiap situasi yang tersedia, reaksi dari mereka yang dipengaruhi akan seperti yang diinginkan oleh si propagandis.
Pilkada (pemilihan kepala daerah) merupakan suatu proses yang dilalui oleh masyarakat di daerah demi membangun daerahnya menjadi lebih baik dari sebelumnya, yaitu melalui pemilihan pemimpin yang dinilai berkapasitas untuk mewujudkan harapan mereka. Dalam Pilkada, metode, syarat serta cara yang dilakukan tentunya tak jauh berbeda dengan Pemilu yang diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali. Dimana, rakyat lah yang nantinya akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan nasib masyarakat/rakyat itu sendiri. Yang membedakan hanyalah bentuk pemilihannya. Kalau Pemilu digunakan untuk memilih kepala negara yang baru, sedangkan Pilkada adalah memilih kepala daerah yang baru. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apakah rakyat akan menggunakan hak pilihnya, apabila "sang Politikus" tidak memberikan "iming-iming" atau yang lainnya?
Jawabannya, tentu saja tidak. Pastinya, dan tidak diragukan lagi, langkah awal yang digunakan oleh politikus adalah harus mampu mengambil hati masyarakat demi memuluskan jalanny, agar dia mampu menduduki kursi yang diinginkanya di pemerintahan, dalam hal ini adalah untuk menjadi Gubernur, Walikota, Bupati dan lainnya
Dalamberbagaikesempatan, propaganda sangatdiperlukan.Tidakhanyadalampemilu, dalamkehidupansehari-hari pun propaganda takkalahpentingnya.Untukmendapatkanapa yang kitainginkansalahsatucarauntukmewujudkannyadenganmenggunakanpraktek propaganda agar yang kitainginkandapatterpenuhi.
Sebagaikomunikasisatukebanyak orang (one-to-many), propaganda memisahkankomunikatordarikomunikannya.NamunmenurutEllul, komunikatordalam propaganda sebenarnyamerupakanwakildariorganisasi yang berusahamelakukanpengontrolanterhadapmasyarakatkomunikannya.Sehinggadapatdisimpulkan, komunikatordalam propaganda adalahseorang yang ahlidalamteknikpenguasaanataukontrolsosial.Denganberbagaimacamteknis, setiappenguasanegaraatau yang bercita-citamenjadipenguasanegaraharusmempergunakan propaganda sebagaisuatumekanismealatkontrol social.
Sikap PA terhadap fenomena tersebut, setidaknya telah merubah paradigm, baik secara internal maupun masyarakat secara luas. Proses pemecatan karena adanya perbedaan pendapat juga mencerminkan suatu dekandensi demokrasi dalam partai tersebut. Demikian juga, harapan masyarakat yang begitu besar terhadap partai ini sebagai agent of change menuju Aceh yang lebih makmur dan sejahtera dalam masa perdamaian ini perlahan pupus oleh kebijakan yang kurang bijak.
Sebenarnya sikap yang resisten tersebut secara tidak langsung telah melemahkan posisi tawar partai dalam pemilu ke depan. Karena kadar politik (political laverage) tidak saja diukur dari keberhasilannya dalam mewujudkan kemenangan mayoritas di parlemen, melainkan kadar keterorganisasian (organizational leverage) dari partai politik dalam menampung dan mewujudkan berbagai aspirasi masyarakat, tidak terbatas pada aspirasi politik. Ada hak-hak warga/rakyat yang mestinya diperjuangkan secara parallel, bukan hanya aspirasi dewan dan sektoral semata MenjelangPilkada Aceh 2011, parapengincarkekuasaanmemangharusmampumenariksimpatipublikdenganproduk-produkpolitik yang merekatawarkandancitra yang merekabangun. Yang harusmerekatunjukkanadalahcara-cara yang baik yang bisa di contoholehpublik, bukandengancarapaksaan yang justrumembuat public tertekan. Tapidengancarabujukrayu yang manis (persuasif) untukmempengaruhiopini public danmencaritempat di hatimasyarakat. Tentunyabukandenganbujukrayuberselimutkebohongan.
MenjelangpilkadaAceh 2011, kemampuanberkomunikasiharus di milikisetiap orang yang inginikutterlibatbaiksebagaipesertamaupunkonstituen.Upaya-upayakomunikasi yang bersifatpaksaantampaknyaharusdibuangjauh-jauhdalammelakukanpendekatan.Jikacarakoersifsudahtidakdipakai, makacarapersuasif yang bersifatlembutuntukmempengaruhi target denganbujukanharusdipertimbangkan. Cara sepertiiniadalahcara yang tidakmembuat target tertekansehinggaiaakanmudahluluh. Namun, di era sepertiini, dimanaintelektualitasmasyarakatsudahberkembangpesat, mungkinkahcarapersuasifefektifmengingatkepercayaanpublikakanpolitikuspenebarpesonakianmemudarkarenaseringdiberijanji-janjipalsu.
Propaganda yang dilakukanmenjelangpemilumendatangdiharapkanbentuk propaganda-propaganda yang sehat, tanpa harus menggunakan teknik propaganda yang akan merugikan orang lain, ataulawandaribakalcalonpemimpindaerah (Gubernur / WakilGubernur, Bupati / WakilBupatidanWali Kota / WakilWali Kota ). Calon yang nantinya akan terpilih, akan kuat legitimasinya karena dipilih langsung oleh rakyat, sehingga diharapkan dapat tercipta stabilitas politik dalam pemerintahan daerah.

Kamis, 09 Juni 2011

zecky aceh selatan

PERAN TV DALAM MEMPROMOSIKAN TEMPAT PARIWISATA,DAN SENI KEBUDAYAAN DI ACEH

Media televisi yang bersifat audio visual memiliki pengaruh sangat besar terhadap jiwa pemirsa utamanya anak karena gambar yang ditayangkan terlihat hidup seolah nyata. Berbeda dengan sifat radio yang hanya audio dan media cetak yang hanya terlihat (visual). Pakar komunikasi Onong Uchyana Effendi dalam buknya "Dimensi-Dimensi Komunikasi," (1986) menyebutkan, televisi merupakan paduan radio (broadcast) dan film (moving picture). Pada TV ada unsur radio dan unsur film. Televisi memiliki daya tarik yang kuat meski TV lebih merupakan medium komunikasi massa seperti halnya radio.
Di negara kita TVRI dimulai pada 17 Agustus 1962 dengan studio sederhana di kompleks Senayan Jakarta. Dibandingkan negara maju seperti AS, Inggris, Australia, Jepang dan negara lain di Eropa, Indonesia termasuk baru tapi dibanding Malaysia dan Singapura, Indonesia sudah terlebih dahulu. Lahir-nya TV tidak disambut hangat oleh semua kalangan sebab TV memukul dunia perfilman apalagi TV tidak hanya mampu memutar film tapi juga berita, musik, pendidikan, ceramah, dan sebagainya.

Kehadiran TV juga telah mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum. Prof Dr R Mar'at (Unpad) mengatakan acara TV umumnya mempengaruhi sikap, pandangan, persepsi dan perasaan penonton, mengakibatkan penonton terharu, terpesona atau latah dan melakukan peniruan yang negatif. Maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana caranya supaya terjadi peniruan yang positif. Sementara pakar Hukum Komunikasi, Prof A Muis dalam bukunya "Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Menjangkau Era Cybercommunication Milenium Ketiga," (1999), menulis, menghubungkan sistem media massa dengan kebudayaan berarti kita berurusan dengan dua sisi, kebudayaan dan dengan dua sisi komunikasi antar manusia (human communication), yakni fungsi dan peranan nilai budaya terhadap komunikasi pada satu sisi dan pada sisi lain fungsi dan peranan komunikasi dalam pelestarian nilai budaya maupun dalam transformasi sosial atau pergeseran nilai budaya. Kebudayaan dan komunikasi adalah dua sisi kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan.
Di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) disebutkan media massa diberi tugas, kewajiban atau fungsi formal untuk melestarikan nilai budaya bangsa Indonesia. Menurut beliau dalam kaitan media massa ini perlu dibuat strategi dan politik budaya yang baru, yang memungkinkan terpeliharanya masyarakat dari polusi rohani dan polusi budaya yang ditimbulkan oleh kemajuan media massa yaitu dengan cara mengembangkan peraturan perundang-undangan di bidang media massa termasuk menggiatkan lembaga peradilan dan pembuatan/penyempurnaan undang-undang. Cara lain ialah mengembangkan kegiatan lembaga swadaya masyarakat dalam bidang dakwah atau pendidikan non formal yang materinya ialah melawan media massa yang mengandung polusi rohani dan polusi kebudayaan. TV beorientasi pada etika konsumsi dengan memprogram acara-acaranya sepenuhnya untuk memenuhi selera khalayak demi mengundang pengiklan. Tetapi pengaturan-pengaturan politik sebenarnya lebih berperan menjauhkan jarak antara realitas empirik dengan realitas media (televisi).
Berorientasinya televisi ke media hiburan membuktikan bahwa kebudayaan tidak selalu dapat direkayasa menurut desain dari atas. Dalam hal televisi swasta, dinamika ekonomi ternyata lebih menentukan dalam membentuk suatu kebudayaan. Mekanisme ekonomi telah mendinamisasi televisi dalam menampilkan sosok budayanya, baik secara organisasi (cara bagaimana perusahaan itu dikelola), maupun secara institusional (nilai-nilai yang dianut, karakter program acara yang diproduksi, sifat-sifat hubungannya dengan institusi lain). Di sisi lain, khalayak masyarakat industri telah ikut memberi sumbangan bagi terbentuknya sosok budaya televisi melalui selera massalnya.
Aceh yang dulunya dikenal dengan Daerah Istimewa Aceh dan kemudian menjadi Nanggroe Aceh Darussalam, merupakan provinsi yang terletak dibagian barat Indonesia. Setelah perjuangan yang besar, kini aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri.Aceh merupakan kawasan yang paling buruk dilanda gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Beberapa tempat di pesisir pantai musnah sama sekali. Yang terberat adalah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Singkil dan Simeulue. Kini semua itu hanyalah tinggal kenangan, rakyat aceh kembali bangkit demi menempuh perjalan hidup. Untuk memperingati musibah tersebut, dibangunlah sebuah Museum Tsunami Aceh, yang terletak di ibu kota Aceh yaitu Banda Aceh.
Dalam rangka memperkenalkan sejarah dan kebudayaan aceh, pada tahun ini Aceh menggelar Visit Banda Aceh Year 2011. Gubernur Irwandi memang sangat gigih dalam mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Aceh baik dalam skala nasional maupun international. Terbukti semakin banyaknya sanggar-sanggar kebudayaan yang dibina untuk kemudian di berikan kesempatan berlaga di kancah international.

Ibu kota Aceh yaitu Banda Aceh memiliki objek wisata tersendiri yang patut dikunjungi untuk mengenal sejarah dan budaya aceh. Objek wisata tersebut antara lain:

1. Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.

2. Pinto Khop

Dibangun Pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Pinto Khop merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman Putroe Phang. Pinto Khop ini merupakan pintu gerbang berbentuk kubah. Pintu Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri.
Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Ditempat itu pula oleh Sultan dibangun sebuah perpustakaan dan menjadi tempat sang permaisuri serta Sultan menghabiskan waktu sambil membaca buku selepas berenang, keramas dan mandi bunga.



3. Gunongan

Gunongan merupakan simbol dan kekuatan cinta Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya yang cantik jelita, Putri Phang (Putroe Phang) yang berasal dari Pahang, Malaysia. Alkisah, Putroe Phang sering merasa kesepian di tengah kesibukan sang suami sebagai kepala pemerintahan. Ia selalu teringat dengan kampung halamannya di Pahang. Untuk membahagiakan sang permaisuri, ia membangun sebuah gunung kecil (Gunongan) sebagai miniatur perbukitan yang mengelilingi istana Putroe Phang di Pahang. Setelah Gunongan selesai dibangun, betapa bahagianya sang permaisuri. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan bermain bersama dayang-dayang di sekitar Gunongan, sambil memanjatinya. Gunongan terletak di Jalan Teuku Umara berhadapan dengan lokasi perkuburan serdadu Belanda (Kerkoff). Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) pada abad ke-17. Bangunan Gunongan tidak terlalu besar, bersegi enam, berbentuk seperti bunga dan bertingkat tiga dengan tingkat utamanya sebuah mahkota tiang yang berdiri tegak. Pada dindingnya ada sebuah pintu masuk berukuran rendah yang selalu dalam keadaan terkunci. Dari lorong pintu itu ada sebuah tangga menuju ke tingkat tiga Gunongan.


4.Kapal Apung Lampulo

Tempat ini tetap dipertahankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengenang Musibah Tsunami yang melanda Kota Banda Aceh. Sebuah kapal yang terbawa Gelombang Tsunami dan terdampar di perumahan penduduk di kawasan Gampong Lampulo Kecamatan KutaAlam.

5.Makam Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda merupakan tokoh penting dalam sejarah Aceh. Aceh pernah mengalami masa kejayaan, kala Sultan memerintah di Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1607-1636 ia mampu menempatkan kerajaan Islam Aceh di peringkat kelima di antara kerajaan terbesar Islam di dunia pada abad ke 16. Saat itu Banda Aceh yang merupakan pusat Kerajaan Aceh, menjadi kawasan bandar perniagaan yang ramai karena berhubungan dagang dengan dunia internasional, terutama kawasan Nusantara di mana Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas pelayaran kapal-kapal niaga asing untuk mengangkut hasil bumi Asia ke Eropa.
Beliau bisa bertindak adil, bahkan terhadap anak kandungnya. Dikisahkan, Sultan memiliki dua orang putera/puteri. Salah satunya bernama Meurah Pupok yang gemar pacuan kuda.Tetapi buruk laku Meurah, dia tertangkap basah sedang berselingkuh dengan isteri orang. Yang menangkap sang suami, di rumahnya sendiri pula. Sang suami mencabut rencong, ditusukkannya ke tubuh sang isteri yang serong. Sang suami kemudian melaporkan langsung kepada Sultan, dan setelah itu di depan rajanya sang suami kemudian berharakiri (bunuh diri) Sultan, yang oleh rakyatnya di hormati bijaksana dan adil,jadi barang Meurah Pupok disusulnya di gelanggang pacuan kuda dan dipancungnya (dibunuh) sendiri di depan umum. Maka timbullah ucapan kebanggaan orang Aceh: Adat bak Po Temeuruhoom, Hukom bak Syiah Kuala. Adat dipelihara Sultan Iskandar Muda, sedang pelaksanaan hukum atau agama di bawah pertimbangan Syiah Kuala. Murah Pupok dikuburkan di kompleks pekuburan tentara Belanda yang terkenal dengan nama "KerKhoff Peutjoet".

6.Gerbang Peutjoet Kerkoff

Kerkoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan, sedangkan Peutjoet atau asal kata dari Pocut (putra kesayangan) Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahnya sendiri (Sultan Iskandar Muda) karena melakukan kesalahan fatal dan dimakamkan di tengah-tengan perkuburan ini.

7.Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu

Masjid Baiturrahim ini merupakan satu-satunya bangunan dipinggir Pantai Ulee Lheue yang berdiri kokoh pada saat Tsunami menerjang Kota Banda Aceh, sementara bangunan lain yang berada di sekitarnya luluh lantak di hantam Gelombang Tsunami pada hari minggu tanggal 24 Desember 2004.


8.Kuburan Massal Ulee Lheu
Situs wisata ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda dan sebelum Tsunami merupakan Rumah Sakit Umum Meuraxa, namun ketika Tsunami melanda Kota Banda Aceh Rumah Sakit tersebut rusak parah dan halamannya dijadikan pemakaman massal bagi korban Tsunami sedangkan untuk Rumah Sakit Meuraxa sendiri direlokasi ke Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
8. Kapal PLTD Apung

Dikarenakan banyak menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh ditebang oleh pihak-pihak pemberontak pada masa konflik maka masalah kekurangan listrik di Banda Aceh menjadi sangat krusial sehingga PLN menempatkan Kapal Generator Listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut. Pada hari minggu pagi tanggal 26 Desember 2004, gelombang Tsunami menghempas Kapal tersebut sejauh lebih kurang 3KM dari pesisir pantai. Dikarenakan banyak objek akibat Tsunami seperti perumahan penduduk yang hancur telah dibangun kembali, maka Kapal besar di tengah kampung ini sangat membantu untuk mendapatkan gambaran betapa dahsyatnya Tsunami tersebut.

9. Replika Pesawat Seulawah RI 1 di Blang Padang

Pesawat Seulawah yang dikenal RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan yang diberikan masyarakat Aceh dalam proses perjalanan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, Pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Maskapai Garuda Indonesia Airways disumbangkan melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat dan saudagar aceh sehingga Presiden Soekarno menyebut "Daerah Aceh adalah Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat aceh seluruh Wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali". Pesawat Seulawah dibeli dengan harga US$120.000 dengan kurs pada saat itu atau kira-kira 25 Kg emas dan untuk mengenang jasa masyarakat aceh tersebut maka di buat replika pesawat seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.

10. Taman Sari

Taman Sari merupakan tempat bermain yang ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan lokasi yang berada tidak jauh dari Mesjid Raya Kota Banda Aceh, Taman Sari merupakan salah satu tempat favorit di Kota Banda Aceh dengan fasilitas yang tersedia antara lain : mempunyai taman yang luas dan tertata rapi dengan aneka permainan gratis bagi anak-anak dan juga tersedia hot spot gratis sehingga setiap orang dapat mengakses internet serta di dukung oleh bangunan gedung untuk menunjang tempat ini sebagai pusat kegiatan masyarakat.


11. Taman Wisata Krueng Aceh

Sungai yang membelah Kota Banda Aceh ini merupakan salah satu sungai yang cukup bersih untuk dijadikan sebagai objek wisata dengan konsep panorama aliran sungai dengan suasana tenang dan nyaman untuk melepas kepenatan. Titik Lokasi Waterfront City di Kota Banda Aceh meliputi kawasan Gampong Keudah, Gampong Kuta Alam dan Kawasan Gampong Lamgugob, dengan sarana yang tersedia yaitu tempat rekreasi keluarga di titik Keudah dan Kuta Alam serta wisata air di jembatan lamnyong dan juga Sebagai pelengkap bagi pengunjung yang tidak hanya melepas kepenatan dapat memanfaatkan lokasi jogging track dekat jembatan Peunayong sebagai sarana olah raga ataupun tempat pembibitan benih tanaman di Kampung Bar.
Seperti halnya didaerah lain, Aceh juga mempunyai sebuah tarian adat yang telah turun menurun lamanya.Ini membuktikan bahwa masyarakat aceh selalu menjaga atas warisan yang telah di berikan oleh para leluhur. Biasanya tarian-tarian adat aceh sering kita lihat pada acara-acara resepsi, baik itu resepsi pernikahan maupun resepsi adat lainnya. Dalam rangka Visit Banda

Berbagai seni budaya kedunia luar, baik dari segi tarian, makanan dan budaya adat lainnya Seni budaya Aceh antara lain adalah sebagai berikut:

1. Saman
Tarian saman diciptakan dan dikembangkan oleh seorang tokoh Agama Islam bernama Syeh Saman. Syair saman dipergunakan bahasa Arab dan bahasa Aceh. Tarian ini tidak mempunyai iringan permainan, karena dengan gerakan-gerakan tangan dan syair yang dilagukan, telah membuat suasana menjadi gembira. Lagu-lagu (gerak-gerak tari) pada dasarnya adalah sama, yakni dengan tepukan tangan, tepukan dada dan tepukan di atas lutut, mengangkat keatas secara serempak.

2. Tari Likok Pulo Aceh

Tarian ini lahir sekitar tahun 1849, diciptakan oleh seorang Ulama tua berasal dari Arab, yang hanyut di laut dan terdampar di Pulo Aceh atau sering juga disebut Pulau (beras). Diadakan sesudah menanam padi atau sesudah, biasanya pertunjukan dilangsungkan pada malam hari bahkan jika tarian dipertandingkan berjalam semalam suntuk sampai pagi. Tarian dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar bahu membahu. Seorang pemain utama yang disebut syeh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapai berada dibelakang atau sisi kiri/kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan dan kepala. Gerakan tari pada prinsipnya ialah gerakan olah tubuh, keterampilan, keseragaman/keserentakan dengan memfungsikan tangan sama-sama ke depan, kesamping kiri atau kanan, ke atas dan melingkar dari depan ke belakang, dengan tempo mula lambat hingga cepat.

3. Laweut
Laweut berasal dari kata Salawat, sanjungan yang ditujukan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Sebelum sebutan laweut dipakai, pertama sekali disebut Akoon (seudati Inong). Laweut ditetapkan namanya pada Pekan Kebudayaan Aceh II/PKA II). Tarian ini berasal dari Pidie dan telah berkembang di seluruh Aceh. Gerak tari ini, yaitu penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan jalan gerakan barisan memasuki pentas dan langsung membuat komposisi berbanjar satu, menghadap penonton, memberi salam hormat dengan mengangkat kedua belah tangan di atas dada dan memulai tarian tersebut,

4. Tari Pho
Perkataan pho berasal dari kata peuba-e, peubae artinya meratoh atau meratap. Pho adalah panggilan/sebutan penghormatan dari rakyat/hamba kepada Yang Maha Kuasa yaitu Po Teu Allah. Bila raja yang sudah almarhum disebut Po Teumeureuhom. Tarian ini dibawakan oleh para wanita, dahulu biasanya dilakukan pada kematian orang besar dan raja-raja, didasarkan atas permohonan kepada Yang Maha Kuasa, mengeluarkan isi hati yang sedih karena ditimpa kemalangan atau meratap melahirkan kesedihan-kesedihan yang diiringi ratap tangis. Sejak berkembangnya agama Islam, tarian ini tidak lagi ditonjolkan pada waktu kematian, dan telah menjadi kesenian rakyat yang sering ditampilkan pada upacara-upacara adat.

5. Seudati
Sebelum adanya seudati, sudah ada kesenian yang seperti itu dinamakan retoih, atau saman, kemudian baru ditetapkan nama syahadati dan disingkat menjadi seudati. Pemain seudati terdiri dari 8 orang pemain dengan 2 orang anak syahi berperan sebagai vokalis, salah seorang diangkat sebagai syekh, yaitu pimpinan group seudati. Seudati tidak diiringi oleh instrument musik apapun. Irama dan tempo tarian, ditentukan oleh irama dan tempo dari lagu yang dibawakan pada beberapa adegan oleh petikan jari dan tepukan tangan ke dada serta hentakan kaki ke tanah. Tepukan dada memberikan suara seolah-olah ada sesuatu bahan logam di bagian dada atau perut yang dilengketkan sehingga bila dipukul mengeluarkan suara getar dan gema.
Masyarakat Aceh Utara sejak zaman dahulu hidup dibidang pertanian, perkebunan dan lainnya. Daerah Aceh Utara telah berkembang berbagai kesenian : seni tari, seni drama, seni sastra, sandiwara, seni ukur / pahat dan berbagai jenis kesenian lainnya. Tari Aceh diiringi dengan vokal suara dan ada kalanya dengan Rapai, Serune Kale, Canang. Seni tari di Aceh Utara sudah lama berkembang khususnya kesenian tradisional umumnya kesenian tradisional ini dilakukan pada malam hari maa bulan terang, setelah musim panen disawah selesai, biasanya semalam sampai pagi, jenis kesenian di Aceh Utara yang berkembang dan sangat di gemari :

Seudati / Saman.
Rapai Pasai.
Rapai Dabus.
Rapai Lahee.
Rapai Grimpheng.
Rapai Pulot.
Alue Tunjang.
Poh Kipah.
Biola Aceh.
Meurukon.
Sandiwara / Drama Aceh. Hikayat / Cerita Aceh.
TARI KREASI BARU

Tari kreasi ini merupakan tari ciptaan baru yang berpola pada tari tradisional, tari kreasi baru berkembang karena pengaruh luar dengan musik dan lagu modern yang terdapat melalui media TV dan elektronik lainnya yang berkembang saat ini. Bermacam tari kreasi baru ini seperti :

a.Ranup Lampuan.
b.Rampoe Aceh.
c.Pemulia Jame.
d.Tarek Pukat.
e. Limong Sikarang.
f. Ramphak Dua.
g, Rubani Wahit.

ADA BEBERAPA NUANSA SENI ACEH UTARA HINGGA PADA SAAT SEKARANG

1. TARI SEUDATI

Seudati berasal dari kata yahadatin yang mengandung mana pernyataan atau penyerahan diri memasuki agama islam dengan mengucapkan dua kalimasyahadat. Tari Seudati dimainkan oleh 8 orang laki - laki atau 2 orang aneuk syeh (Syahie) yang bertuga mengiringi tarian dengan yair dan lagu. Seluruh gerakan dari eudati berada dibawah pimpinan seorang syeh seudati.
Musik dalam tarian seudati hanya berupa bunyi yang ditimbulkan dari hentakkan kaki kritipan jari penari dan tepukan dada yang diselingi dengan irama syair lagu dari anak. syeh. Didalam tarian seudati jelas tergambar semangat perjuangan dan kepahlawanan serta sikap kebersamaan dan persatuan dengan gerakan lincah dan dinamis.

Tarian seudati pada saat ini selain berfungsi sebagai hiburan rakyat juga merupakan simbol kekayaan seni budaya Aceh Utara sekaligus sebagai media penyampaian pesan - pesan pembangunan kepada masyarakat. Tarian ini juga sering dipertandingkan dikenal dengan istilah Seudati Tunang yang kadang - kadang berlangsung sampai menjelang subuh.

2. TARI POH KIPAH

Tari Poh Kipah merupakan seni tari tradisional Aceh Utara yang menunjukkan gerakan - gerakan memukul kipas dengan rytme yang unik dan mengagumkan. Kipas yang digunakan dalam tarian ini
adalah kipas yang dijalin khusus, terbuat dari pelepa pinang yang terdiri dari 3 atau 4 lapis yang menimbulkan bunyi yang nyaring dengan berbagai tepukan yang bervariasi sesuai dengan irama gerak dan lagu yang dibawakan.Tari Poh Kipah ini mengandung pesan - pesan keagamaan dan pembangunan danlazimnya disajikan pada saat memperingati kelahiran Rasulullah SAW (Maulid Nabi) dan hari besar Islam lainnya.

3. BIOLA ACEH

Kesenian biola ini telah cukup lama berkembang di Aceh Utara, setelah berkembangnya tari seudati, kesenian biola Aceh Utara pada saat ini telah menjadi satu jenis hiburan rakyat yang sangat diminati, kesenian ini dimainkan oleh 3 orang pria, masing - masing 1 orang bertindak sebagai violis yang disebut syeh, sekaligus merangkap sebagai vokalis. dua orang lagi berfungsi sebagai penari dan pelawak yang berperan sebagai linto baro dan dara baro (suami isteri) yang melakukan gerak tari dan banyolan sesuai dengan irama.
Ciri khas kesenian ini adalah tarian, cerita (dialog) dan berbalas pantun dengan ungkapan - ungkapan yang lucu menggelikan dan penuh humor serta warna - warni pakaian yang kontras membuat kesenian ini benar - benar mengasyikkan.

4. RAPAI PASAI (ZIKIR)

Diperagakan dengan alunan syair - syair yang agamais dan sakral dengan komposisi rapai kecil di depan dan rapai ukuran besar digantung dibelakang. Rapai - rapai kecil sebagai pendukung, seluruh permainannya berbaris melengkung dengan pakaian yang khas yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan penyajian syair yang sinkron dengan irama tabuhannya.

5. RAPAI DABOH (DEBUS)

Penampilan rapai daboih, titik utamanya adalah pada kemahiran spritual dalam menggunakan senjata tajam dengan berbagai ketangkasan yang cukup menegangkan dan mendebarkan. Pada rapai daboh yang dipertandingkan (Urouh) setiap pihak minimal satu kuru (12 rapai) dan maksimal 5 kuru (60 buah rapai). Pihak - pihak yang bertanding membentuk lingkaran dan diatara kedua pihak dibuat tanda batas. Ditengah - tengah pemain ada seorang khalifah mengangkat tangan tinggi - tinggi, terdengarlah teriakan melengking yang diikuti dengan suara tabuhan, secara serentak, yang dilanjutkan dengan zikee (salam selamat datang).

Pada saat - saat pukulan rapai dimulai cepat, tampilan para pemain debus dengan kemahiran dan keberanian yang cukup tinggi dalam menggunakan senjata tajam dan membakar diri dengan api yang membuat setiap penonton menahan nafas. Apabila ada pemain debus yang mengalami cedera atau luka dalam atraksi tersebut, (karena kesalahan dalam memukul rapai, atau pihak lain yang ingin mencoba ketinggian ilmunya) Khalifah akan segera turun tangan, dengan hanya menyapu bagian yang terluka dengan tangan khalifah, darah akan segera berhenti mengalir dan dengan serta merta luka itupun lenyap seketika.

Pertunjukan bercanda dengan maut ini biasanya berlangsung sampai dini hari atau menjelang subuh.


6. RAPAI LAGEE
Kesenian rapai tradisional ini berasal dari Kandang Kecamatan Muara Dua dan Paya Bakong Kecamatan Matangkuli yang biasanya ditampilkan pada upacara - upacara adat, upacara resmi pemerintah serta pada hari - hari besar Islam dan sebagai hiburan rakyat yang bersifat sosial. Pertunjukan rapai ini dipimpin oleh syeh yang duduk berbaris diantara 12 prang penabuh, dengan pakaian khas rapai yang berwarna kontras. Lagu atau syair yang dibawakan menyerupai syair seudati yang bertujuan untuk membangkitkan semangat patriotisme, persatuan, gotong royong serta diiringi dengan pantun jenaka dan terkadang romantis, namun tetap bernuansa agamais.
Kesenian nasional adalah sebagai puncak kesenian daerah yang tumbuh dan berkembang kebudayaan didaerah seluruh Indonesia. Kesenian Aceh sudah lahir sejak dahulu kala sejak manusia ada mendiami daerahnya sesuai dengan kehidupannya sehari - hari yang berbudaya dan berkembang sepanjang masa. Daerah Aceh sudah berkembang dengan berbagai macam kebudayaan sejak zaman dahulu kala dan masyarakat pendukungnya. Itu terbukti diseluruh daerah Aceh terdapat berbagai macam kebudayaan daerah diseluruh Aceh baik upacara adat, kesenian, tradisi dan kebersamaan didaerahnya baik pesisir : seperti di Pasai, Pidie, Gayo, Alas, Lahop, Tamiang, Singkil, Tapaktuan, Meulaboh, Simeulu dan lainnya.

Kesenian nasional adalah sebagai puncak kesenian daerah yang tumbuh dan berkembang kebudayaan didaerah seluruh Indonesia. Kesenian Aceh sudah lahir sejak dahulu kala sejak manusia ada mendiami daerahnya sesuai dengan kehidupannya sehari - hari yang berbudaya dan berkembang sepanjang masa. Daerah Aceh sudah berkembang dengan berbagai macam kebudayaan sejak zaman dahulu kala dan masyarakat pendukungnya. Itu terbukti diseluruh daerah Aceh terdapat berbagai macam kebudayaan daerah diseluruh Aceh baik upacara adat, kesenian, tradisi dan kebersamaan didaerahnya baik pesisir : seperti di Pasai, Pidie, Gayo, Alas, Lahop, Tamiang, Singkil, Tapaktuan, Meulaboh, Simeulu dan lainnya.Pertunjukan khas budaya tertentu masih marak menghiasi acara hiburan televisi. Kita tak tahu apakah hiburan tersebut mencapai rating tinggi hingga menggiurkan pengelola televisi untuk terus mempertahankannya. Ataukah memang budaya itu sudah bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat dengan timbulnya anggapan bahwa kesenian tersebut memang lebih populer dibandingkan kesenian penjuru tanah air lainnya. Barangkali Aceh memang patut berbangga, piasan tradisional Saman ternyata mampu menyorot mata sejagad karena penampilannya yang unik hingga meraup kekaguman masyarakat dunia, malah ada beberapa turis yang minta diajarkan Saman. Terlebih lagi, decak kagum masyarakat berlipat ganda saat mendengar bahwa penampilan Saman di Turki dilakoni langsung oleh putra terbaik tanah serambi mekkah. Ini patut diancungi jempol tangan dan kaki. Pemda pun langsung naik daun dan mendapat aplause dari pemerintah pusat karena jerih payahnya.

Namun, kita tak boleh larut dalam euforia yang berlebihan. Lupakan sejenak huru-hara kemenangan yang dipersembahan anak-anak negeri ini. Toh, masih banyak pekerjaan rumah khususnya di bidang budaya yang mesti dibenahi. Pertama tentang krisis pembelajaran seni di sekolah. Coba telusuri di pustaka sekolah di penjuru kota Banda Aceh, berapa persen buku panduan yang memuat materi pembejaran seni lokal. Malah kalaupun ada buku paket, subtansinya hanya didominasi oleh kesenian luar, itu pun sebatas konsep. Belum lagi tentang ketersediaan guru seni yang terampil mengajarkan seni lokal. Bisa ditebak pada saat kegiatan sekolah, penampilan yang ditonjolkan adalah konser band, teater, dan musikal. Kalau pun ada penampilan tradisional adalah tari ranup lampuan yang biasanya disajikan untuk mengiringi acara pembuka.

ETIKA KOMUNIKASI

PROSES KOMUNIKASI
Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.Menurut Webster New Collogiate Dictionary dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”. Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :Hovland, Janis & Kelley Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.Berelson & Steiner Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.
Harold Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan “apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa”.(who says what in which channel to whom and with what effect).
Barnlund Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Weaver Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
Gode Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Dari berbagai definisi tentang ilmu komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner. Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :- siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber.- mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)
- kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)
- melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)
- dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)
Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Definisi Gode, memberi penekanan pada proses penularanpemilikan, yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.Definisi Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego.
Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut
Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.
Komunikasi bersifat simbolis Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
Komunikasi bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.
Tingkatan Proses Komunikasi
Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :
Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.
Komunikasi antar-pribadi Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.
Komunikasi dalam kelompok Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.
Komunikasi antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.
Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi.Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.
Komunikasi dengan masyarakat secara luas Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar, TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.


Proses komunikasi Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Bagaimana Komunikasi Mendapat Efek
Dalam keseharian tak jarang kita melihat seoran pembicara yang tidak mendapatkan perhatian dari pendengarnya selaku lawan bicaranya. Di lingkungan sekolah misalnya seorang tenaga pengajar (guru) yang tidak diperhatikan oleh siswanya, dalam sebuah seminar seorang pemateri yang tengah bersilat lidah namun peserta seminar asyik dengan perbincangan masing-masing, ataupun seorang penceramah di masjid. Pada kondisi demikian, kesalahan bukan pada komunikan melainkan terletak pada komunikator meskipun tidak sepenuhnya.
Hal terpenting yang harus diketahui oleh seorang komunikator sebelum memulai berkomunikasi adalah “Know your audience”. Mengetahui objek sasaran merupakan sau kunci sukses seorang komunikator dalam berkomunikasi karena berangkat dari pengeahuan itu seorang komunikator dapat menentukan pilihan bahasa yang tepat agar mudan dimengerti dan bagaimana seorang komunikator harus bersikap.
Berikut penggambaran secara sederhana “the condition of success in communication” (kondisi suksesnya komunikasi), yakni kondisi-kondisi yang harus dipenuhi jika menginginkan suatu pesan mendapat tanggapan yang diinginkan. Kondisi-kondisi yag dimaksud adalah :
- Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud. Dalam hal ini, komunikator harus memperhatikan waktu, tempat, intonasi suara dan bahasa tubuh yang mendukung.
- Pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat dimengerti.
- Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhannya itu. Terkait dengan sebuah promosi misalnya tentang jasa penerbangan apa yang harus digunakan dan dimana informasi serta tiketnya dapat diperoleh.
- Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi, yang layak bagi situasi kelompok dimana sasaran berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki. Bagian ke empat ini erat kaitannya dengan pola-pola pengertian, sikap, nilai-nilai social dan budaya yang kita anut.
Kunci keberhasilan yang utama suatu komunikasi terletak pada komunikatornya. Menurut Aristoteels, seorang komunikator harus memiliki tiga aspek: pertama, kepercayaan (credibility), Kredibilitas diartikan sebagai kepercayaan yang dibangun oleh seperangkat persepsi tentang kelebihan yang dimiliki komunikator. Credibilitas diperoleh melalui karakter komunikator (ethos), kekuatan mengendalikan emosi (pathos), dan kekuatan logika dalam berargumentasi (logos). Kedua, daya tarik (attractiveness) yang muncul dari fisik, karena disukai (Liking) dan karna dikenal baik Sementara daya tarik